Kamis, 29 Agustus 2019

Pentingnya Merayakan Kemerdekaan Dengan Budaya


Indonesia telah merayakan hari kemerdekaannya yang ke 74 tahun di tahun 2019 ini. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh masayarakat Indonesia dalam merayakan kemerdekaan. Salah satunya dengan menggunakan budaya sebagai salah satu unsur penting yang harus terus dijaga. Indonesia memiliki budaya yang sangat melimpah di setiap daerahnya, masayakat Indonesia harus bisa merayakan kemerdekaan Indonesia dengan menggunakan budaya yang mereka miliki guna mencerminkan jati diri bangsa Indonesia yang sebenarnya.
Itulah salah satu pendapat anak muda sebuah desa kecil yang terletak di ujung barat kabupaten Banyuwangi yang berbatasan dengan kabuaten Jember. Desa ini bernama desa Sarongan.

Desa Saarongan dari tahun ke tahun selalu merayakan kemerdekaan negara Indonesia dengan berbagai macam permainan tradisional dan pertunjukan budaya. Hal ini dimaksudkan supaya anak-anak muda generasi penerus dari desa ini agar terus tetap menjaga dan melestarikan budaya yang telah dimiliki dari tahun ke tahun, karena budaya dapat mencerminkan jati diri bangsa Indonesia.
Tahun ini desa Sarongan merayakan kemerdekaan dengan berbagai macam perlombaan yang dilalukan antar RT. Perlombaan ini dimulai pada awal bulan Agustus. macam-macam perlombaan yang diadakan antara lain: sepak bola, bola voly, bulu tangkis, sepak bola ibu-ibu yang menggunakan daster, tarik tambang, permainan tradisional seperti memasukkan belut kedalam botol, lomba makan kerupuk yang digantung, dan masih banyak permainan yang lain.
Kreasi Reog Ponorogo dari bahan ramah lingkungan
Setelah semua perlombaan yang lombakan selesai, perayaan kemerdekaan di desa ini ditutup dengan pawai karnaval budaya. Pawai ini tepatnya berlangsung pada tanggal 24 Agustus 2019. Dalam acara ini setiap RT diwajibkan untuk menampilkan kreasi unik mereka yang dipadukan dengan budaya-budaya yang dimiliki bangasa Indonesia. Salah satu kreasi yang ditampilkan adalah Reog Ponorogo yang dibuat dari bahan-bahan yang ramah lingkungan seperti daun dan sabut kelapa. Tak hanya itu, mereka juga mendaur ulang sampah plastik menjadi barang-barang yang berguna seperti tas dan pakaian. Kerukukan anatar umat beragama juga di tekankan pada pawai di desa ini karena memang di desa ini terdapat 5 agama dan mereka dapat hidup rukun dari berpuluh-puluh tahun lalu.
 

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search